Dosen Muda Universitas Negeri Padang Ciptakan Aplikasi Permudah Proses Pembelajaran Disabilitas Tuna Rungu

INDONESIASATU.CO.ID:

PADANG, — Dosen Universitas Negeri Padang (UNP) menciptakan media pembelajaran untuk anak tuna rungu guna untuk mempermudah proses komunikasi dan interaksi untuk media pembelajaran bagi anak disabalitas tuna rungu, (15-01-2019).

Media ini digagas oleh dosen muda UNP diketahui diantaranya Reno Fernandes M.Pd  mengajar jurusan Sosiologi , dan Rila Muspita M.Pd Dosen Pendidikan luar biasa serta di bantu oleh Wandri Eka Putra S.Kom Sebagai praktisi pembuat aplikasi tersebut.

Diketahui media tersebut di kerjakan hampir satu tahun lama nya mereka memulai pembuatan aplikasi ini dari tahun 2018 lalu, Dosen Universitas Negeri Padang ini menjelaskan bahwa media yang diberi nama Difabela Voice Ini akan terus dikembangkan, Media pembelajaran ini  digagas oleh Reno Fernandes dan Rila Muspita serta dibuat oleh Wandri Eka Putra. Dan mereka juga menyampaikan "Media pembalajaran ini sudah bisa digunakan oleh guru yang menginginkannya, ungkap Reno Dosen Sosiolgi tersebut.

Saat di hubungi awak media mereka mengungkapkan  “Kalau ingin menggunakannya sudah bisa diakses melalui Difabelavoice.com. Namun saat ini masih kami kunci karena masih sedang dalam penyempurnaan. Namun jika ingin menggunakannya bisa menghubungi kami. Nanti akan kami beri paswordnya,” ujar, Reno Fernandes dan Rila Muspita,

Lebih jauh beliau juga menjelaskan latar belakang mebuat media ini, "karna banyak yang  dihadapi  saat  berinteraksi  dengan penyandang  tunarungu yaitu tidak  bisa berkomunikasi secara  baik, karena  harus  menggunakan  media  tulisan atau  menggunakan  bahasa  isyarat. Saat melaksanakan pembelajaran, banyak dosen atau guru yang  tidak bisa menggunakan bahasa isyarat. Ungkap Reno Fernandes Dosen

“Kami membuat media ini dilatar belakangi pembelajaran yang dilakukan oleh dosen atau guru  di kelas inklusif yang memiliki anak tuna rungu, tentunya menyulitkannya dan keadaan ini membuat anak tuna rungu tidak dapat mengikuti perkuliahan dengan baik. Untuk itu pembelajaran berbasis Aplikasi Voice Recognation pada mahasiswa tunarungu dirancang agar penyelenggaraan pendidikan Inklusif dapat dijalankan dengan baik, efektif dan efisien,” ujarnya lagi.

Pembelajaran dalam setting inklusif berbasis aplikasi voice recognation pada mahasiswa tuna rungu ini merupakan inovasi teknologi untuk berkomunikasi dengan tuna rungu dalam pembelajaran. Aplikasi voice recognation yang akan dipakai dalam Inovasi ini adalah aplikasi yang dirancang atau dibuat khusus.

“Aplikasi Voice Recognation dikenal juga dengan automatic speech recognition (ASR) adalah suatu pengembangan teknik dan sistem yang memungkinkan komputer untuk menerima masukan berupa kata yang diucapkan,” urainya. 

Teknologi ini memungkinkan suatu perangkat untuk mengenali dan memahami kata-kata yang diucapkan dengan cara digitalisasi kata dan mencocokkan sinyal digital tersebut dengan suatu pola tertentu yang tersimpan dalam suatu perangkat. Kata-kata yang diucapkan diubah bentuknya menjadi sinyal digital dengan cara mengubah gelombang suara menjadi sekumpulan angka yang kemudian disesuaikan dengan kode-kode tertentu untuk mengidentifikasikan kata-kata tersebut

“Ketika aplikasi ini dimanfaatkan untuk pembelajaran dapat menyambungkan komputer dengan proyektor dengan demikian suara yang dikeluarkan oleh dosen akan dapat dilihat pada layar proyektor secara visual pada saat pembelajaran sedang berlangsung,” tutupnya

 

(FH)

  • Whatsapp

Index Berita