Nagari Beradat, Darurat LGBT

INDONESIASATU.CO.ID:

OPINI,- Saat ini di Sumatera Bara perilaku menyimpang LGBT sudah sangat meresahkan masyarakat Sumatera barat, Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh badan perencanaan dan pembangunan daerah Sumatra barat bersama lembaga konseling menyatakan bahwa Sumatera barat berada pada posisi pertama LGBT terbanyak di Indonesia, ini sangat jelas menjadi tamparan keras bagi Sumatra barat yang merupakan negri beradat yang terkenal dengan falsafah adat basandi Syara' Syara' ba sandi kitabullah.

Sementara itu data yang diambil dari survei yang dilakukan perhimpunan konselor VCI HIV mendapatkan temuan bahwa terdapat 14.469 orang gay di Sumatera barat.sementara itu ada sekitar 2.501 orang waria di Sumatera barat,dari 2.501 waria tersebut bisa menggaet 9.024 orang pelanggan yang notabene adalah laki-laki,kalau ditotal semuanya mencapai sekitar 20 ribu pelakunya di Sumatera barat.

Sebagai daerah yang kental akan nuansa agama dan adat istiadat kenapa LGBT menjamur di Sumatera barat, ini harus menjadi perhatian semua pihak bahwa sesungguhnya peringkat satu LGBT terbanyak di Indonesia merupakan sebuah fenomena yang sangat buruk lagi memalukan, sejatinya adat basandi Syara' Syara'basandi kitabullah dan adat mangato Syara'mamakai telah dilecehkan oleh pelaku LGBT.

Tepat pada hari Minggu tanggal 18 November 2018 semua elemen mulai dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat,alim ulama,bundo kandung, pemuda dan mahasiswa bersama-sama mendeklarasikan penolakan terhadap LGBT dikota Padang.

Sejatinya penolakan LGBT adalah langkah awal dalam mempertegas komitmen untuk menyatakan perang terhadap LGBT dan mempersempit ruang geraknya Sumatera barat pada umumnya dan kota Padang khususnya.

Sangat diharapkan setelah adanya deklarasi penolakan terhadap LGBT diranah Minang maka lahirlah aksi nyata yang tertuang dalam peraturan daerah untuk mengatasi masalah LGBT tersebut secara konkrit sampai ke akarnya. Perda yang sudah menjadi wacana dari pemerintah Sumatra barat dapat secepatnya rampung.

Sementara itu dilain hal pendampingan psikologi dan konseling sangat diharapkan untuk proses penyembuhan bagi pelaku LGBT, dan juga keluarga selaku pihak terdekat harus memberikan perhatian khusus agar perilaku yang menyimpang dari anggota keluarga karena tidak bisa dipungkiri dukungan dari orang terdekat akan menjadi pelecut semangat dari yang terkena pelaku LGBT tersebut.

Walaupun saat ini LGBT sudah menasional dan sangat meresahkan semua lapisan masyarakat Sumatera barat mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat,alim ulama,niniak mamak, Bundo kandung, pemuda dan mahasiswa harus bersatu padu dalam memberantas LGBT ditanah Minang kabau.

Ketika semua elemen bergerak untuk memberantas LGBT maka insyaallah hasil yang didapatkan akan maksimal karena tidak ada yang tidak mungkin selagi ada usaha dan doa pasti bisa untuk menjadikan Sumatra barat bebas dari LGBT.

Oleh : Randa Afrizal Sandra /Aktivis Muda Sumatera Barat Kabid Ideologi dan Keagamaan Garda NKRI Sumatera Barat

  • Whatsapp

Index Berita